Hambatan dan Peluang Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan di Kawasan Kepulauan: Tinjauan Literatur Kritis
DOI:
https://doi.org/10.69853/ja.v3i01.107Kata Kunci:
Ekonomi berkelanjutan, ekonomi inklusif, hambatan , peluangAbstrak
Pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan dilakukan untuk menguatkan perekonomian suatu daerah dengan memaksimalkan potensi dan tetap memperhatikan keberlangsungan kehidupan jangka panjang. Usaha yang sama dilakukan di kawasan kepulauan untuk memaksimalkan kekayaan daerahnya dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, hambatan, dan peluang pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur kritis dengan melakukan review pada 33 artikel dari tahun 2017 sampai dengan 2024, dan fokus pada kemajuan riset tentang pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian, fokus pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan dilakukan dengan koordinasi yang baik dan terarah antara pemerintah dan masyarakat, desain pembangunan green economy dan blue economy, peningkatan infrastruktur dan menjaga kualitas sumber daya alam kawasan kepulauan. Hambatan yang dialami berupa kesiapan dan kualitas masyarakat, infrastruktur yang belum memadai, kurangnya koordinasi antara pemerintah dan masyarakat, dan aturan dan implementasi kurang baik. Peluang yang berhasil dianalisis berupa pemanfaatan potensi sumber daya alam, perekonomian berdasarkan green economy dan blue economy, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Keterlibatan penuh dari pemerintah dan kerja sama yang baik dengan warga masyarakat dan UMKM (kelompok masyarakat kreatif) direkomendasikan untuk menjadi salah satu upaya untuk menyukseskan pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di berbagai kepulauan dan juga disarankan untuk rencana program pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Fatimatuz Zahrah, Sri Rahayu

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International