Inklusi Keuangan dalam Pengentasan Kemiskinan di Wilayah Kepulauan: Studi Kasus Provinsi Kepulauan Riau
DOI:
https://doi.org/10.69853/ja.v3i01.117Kata Kunci:
Aksesibilitas, Infrastruktur Keuangan, Inklusi Keuangan, Pengentasan Kemiskinan, Wilayah KepulauanAbstrak
Penelitian ini mengkaji pentingnya aksesibilitas infrastruktur keuangan dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah kepulauan Provinsi Kepulauan Riau. Kondisi geografis yang terdiri dari banyak pulau menyebabkan tantangan tersendiri dalam menyediakan akses layanan keuangan yang merata. Menggunakan Spatial Error Model dan data granular hingga tingkat desa/kelurahan, penelitian ini menemukan bahwa jumlah Bank dan keberadaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) memiliki pengaruh signifikan terhadap Global Relative Deprivation Index (GRDI). Semakin banyak Bank dan ATM di suatu wilayah, tingkat kemiskinan cenderung lebih rendah. Namun demikian, aksesibilitas infrastruktur keuangan di Kepulauan Riau masih belum merata, terutama di wilayah perdesaan yang memiliki tingkat kemiskinan lebih tinggi. Oleh karena itu, rekomendasi kebijakan yang diusulkan meliputi perluasan jaringan Bank dan penempatan ATM di perdesaan, inovasi layanan keuangan yang disesuaikan dengan kondisi kepulauan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, pengembangan keuangan digital, serta perbaikan infrastruktur transportasi antar pulau. Rekomendasi ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap layanan keuangan dan berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Yohanes Eki Apriliawan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International