SLOW TOURISM SEBAGAI KONSEP, PRAKTIK DAN PELUANG KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN LINGGA
DOI:
https://doi.org/10.69853/ja.v4i01.149Kata Kunci:
slow tourism, pariwisata berkelanjutan, klaster lingga, kearifan lokal, partisipasi masyarakatAbstrak
Abstrak: Klaster Lingga di Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi pariwisata berbasis alam dan budaya yang besar, namun belum sepenuhnya dikembangkan dalam kerangka keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep slow tourism sebagai strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slow tourism mampu meningkatkan kualitas pengalaman wisata melalui pendekatan yang lebih santai, interaksi langsung dengan masyarakat lokal, serta apresiasi terhadap budaya dan lingkungan setempat. Strategi yang diusulkan meliputi pelibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan destinasi, pengembangan produk wisata berbasis pengalaman, promosi berbasis kearifan lokal, serta penyediaan infrastruktur ramah lingkungan. Konsep ini dinilai selaras dengan karakter geografis dan social Klaster Lingga yang terdiri atas gugusan pulau dengan keunikan alam dan budaya. Penerapan slow tourism diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat pelestarian lingkungan dan warisan budaya. Rekomendasi ini memberikan arah kebijakan pembangunan pariwisata yang seimbang antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologis di wilayah kepulauan.
Kata Kunci: slow tourism; pariwisata berkelanjutan; Klaster Lingga; kearifan lokal; partisipasi masyarakat
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Fitraturrahmi, Zainul Ikhwan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International