Kajian Pengembangan Kawasan di Tepian Air dan Pesisirnya

Authors

  • Ronaldy Lovina Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertananan Provinsi Kepulauan Riau Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69853/ja.v2i1.21

Keywords:

pengembangan kawasan, tepian air, pesisir , coastal area

Abstract

Terjadinya ketimpangan pembangunan diakibatkan oleh pembangunan yang kurang merata, hal ini disebabkan oleh aksessibilitas dan ketersediaan infrastruktur yang merata sehingga membuat minat investasi berkurang. Menjangkau tujuan yang diinginkan memerlukan ketepatan jadwal keberangkatan armada transportasi dan tentunya akan ditentukan juga oleh potensi yang dapat di eksploitasi dan dieksplorasi. Jika dilihat dari luasnya wilayah Kepulauan Riau dengan luas laut 98 % yang memiliki 2.025 pulau maka ini menjadi tantangan didalam mengembangkan kawasan sehingga perlu dilakukan penataan kawasan tepian air dan kawasan pesisirnya, terutama yang jauh dari kepadatan penduduk atau perkotaan. Dengan dilakukan re-develompent kawasan pesisir yang memiliki produksi unggulan utama dibidang kelautan dan perikanan, maka akan memberikan multiplier effect kepada masyarakat yang disebabkan oleh pengaruh minat dan investasi dibidang sumber daya kelautan dan perikanan. Maka model kota pantai yang dilakukan adalah menyesuaikan dengan kondisi bentang alam yang ada pada wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Maka dengan demikian kota berbasis kepulauan dan perairan akan menjadi penyeimbang terhadadap wilayah daratan yang sudah tumbuh sejak lama.

Downloads

Published

08/29/2023

How to Cite

Ronaldy Lovina. (2023). Kajian Pengembangan Kawasan di Tepian Air dan Pesisirnya. Jurnal Archipelago, 2(1), 68–83. https://doi.org/10.69853/ja.v2i1.21